Peristiwa KM 50 Disidangkan, Resa F Marasabessy Ceritakan Kronologinya

  • Whatsapp
Sidang Kasus Pembunuhan Eks Laskar FPI

ARAHNET,- Peristiwa Km 50 yang mengakibatkan tewasnya 4 anggota laskar FPI di Km 50, persidangan sudah digelar.

Saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan dugaan tindak pidana pembunuhan (unlawful killing) terhadap empat anggota eks laskar FPI yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Resa F Marasabessy menceritakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan anggota survaillance yang bertugas saat peristiwa Km 50.Terdakwa Fikri dan almarhum Elwira masing-masing menembak dua orang eks Laskar FPI di dalam mobil.

Resa menyebut pertemuan berlangsung beberapa hari setelah peristiwa Km 50 dan dihadiri anggota survaillance, Kasubdit Resmob AKBP Handik serta perwira pengendali AKP Widy Irawan.

“Mobil dipepet kemudian beberapa orang turun bawa senjata tajam, terjadi penembakan sampai berujung pada TKP 3 penggeledahan dan sebagainya kemudian berujung lagi pada TKP 4,” ujar Res di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2021)..

Berdasarkan laporan, Resa menyampaikan almarhum Elwira dan terdakwa Fikri menembak eks Laskar FPI di dalam mobil.Fikri pertama diserang pertama senjata direbut dari samping kemudian direbut oleh yang dibelakang, kemudian dilakukan penembakan.Namun dirinya tidak tahu bagian mana yang ditembak anakĀ  buahnya tersebut.

Lebih jauh Reza menjelaskan bahwa yang dibunuh adalah 2 orang anggota eks Laskar FPI.

Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50. Kedua polisi itu sebenarnya didakwa bersama seorang lagi, yaitu Ipda Elwira Priadi, tetapi yang bersangkutan sudah meninggal dunia karena kecelakaan.

Akibat perbuatannya, para terdakwa itu dikenai Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor: JOKO
  • Whatsapp