Salman Al Farisi, Dubes di Pretoria, di Afrika Selatan, Hybrid Diplomacy Perlu Disikapi Secara Bijak

  • Whatsapp
banner 468x60

SURAKARTA,- Diplomasi umumnya dilakukan secara langsung dan diplomat sebagai pelaku diplomasi secara langsung dapat bertukar pikiran, berdebat atau berbicara secara fisik on site. Namun, dengan adanya wabah pandemic covid 19, semua mesin diplomasi berubah secara radikal, sementara diplomasi tidak boleh berhenti.

Apapun yang terjadi, diplomasi tidak boleh berkurang dan justru harus meningkat dari waktu ke waktu, baik melalui koneksi off-line maupun melalui koneksi virtual.

Maka sangat rasional apabila setiap negara harus mencari cara untuk membangun hubungan internasional dan diplomasi tetap aman dan terkendali.

Duta Besar Salman Al Farisi, Dubes di Pretoria, di Afrika Selatan merangkap Botswana, Eswatini, dan Lesotho, Kamis (24/6/2021), menyatakan bahwa hybrid diplomacy merupakan keniscayaan dan perlu disikapi secara bijak. Di satu sisi diplomasi multidimentsional  berjalan di pihak lain perlunya antisipasi terhadap cyber criminals yang bisa mengancam keamanan warga negara dan kedaulatan bangsa. (*)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *